Mana Peran Pemuda?

Selasa, 20 Maret 2012


          Sejarah lahir dan tumbuh kembang NKRI tidak lepas dari peranan pemuda. Sejak dari Boedi Oetomo, Sumpah Pemuda, Proklamasi Kemerdekaan sampai Gerakan Reformasi adalah bentuk partisipasi pemuda yang umum dikenal dalam mengawal bangsa ini. Pemuda yang dalam nuansa dan suasana pergolakan dan perjuangan akan cenderung memiliki kreativitas tinggi dan keunggulan untuk melakukan perubahan atas berbagai kerumitan dan masalah yang akan dihadapi, akan tetapi bagi para pemuda yang hidup dalam nuanasa aman, nyaman dan tentram seperti kondisi sekarang cenderung apatis dan hanya berusaha mempertahankan situasi yang ada tanpa usaha dan kerja keras untuk melakukan perubahan yang lebih baik dan produktif.
            Generasi pemuda adalah pelurus dan pewaris bangsa dan negara ini. Baik buruknya bangsa kedepan tergantung pada generasi pemuda. Apakah generasi mudanya memiliki kepribadian yang kokoh, memiliki semangat nasionalisme dan karakter yang kuat untuk membangun bangsa dan negaranya.
            Dalam bahasa sejarah, masyarakat selalu dihuni oleh tiga generasi, yaitu generasi muda, generasi dewasa, dan generasi tua. Jika sejarah selalu memiliki tiga waktu, yaitu masa lalu, masa sekarang, dan masa yang akan datang, maka setiap generasi memiliki hak masa yang berbeda. Orang tua pemilik masa lalu, orang dewasa pemilik masa kini, dan orang muda adalah pemilik masa depan.
            Kehidupan bersama, baik di keluarga, masyarakat maupun bernegara tidak boleh memisahkan tiga generasi di atas. Komunitas yang sehat ibaratnya sebagai rumpun pohon bambu. Rumpun bambu yang sehat dan lestari apabila ketiga komponennya siap hidup bersama dalam suatu wilayah. Ketiga komponen itu adalah tunas, bambu, dan tunggak. Dalam bahasa jawanya rebung, pring dan tunggak. Rebung adalah bambu masa depan, pring adalah bambu masa kini, dan tunggak adalah bambu masa lalu.
            Rebung bambu kita ibaratkan sebagai simbol yang mempunyaii sifat: tegak dan runcing, selalu melampaui siapa saja. Jangankan tonggak, bambupun akan dilampauinya dan selalu memakai jaket tebal dan berbulu halus yang runcing. Tegak dan runcing itu mengisyaratkan bahwa pemuda itu harus memiliki sifat idealis dan kritis. Mereka harus memiliki cita- cita yang besar, lurus dan tinggi, penegak kebenaran, keadilan, kebaikan dan kemuliaan.
            Sifat kedua dari rebung adalah siap melampaui siapa saja tetapi tanpa menyobek dan merusak yang dilampaui. Artinya pemuda adalah pelopor, bukan pengekor dan generasi yang dinamis dan kreatif. Dinamis karena sadar bahwa pemuda hari ini adalah tokoh masa depan
            Sifat ketiga rebung adalah selalu berjaket tebal dan berbulu halus yang runcing. Artinya pemuda pelopor itu selalu menunjukan sikap eksklusif dalam rangka protektif. Jika ada anak muda memiliki prinsip, jati diri dan kepribadian yang unik maka itu adalah tanda bahwa dia memiliki masa depan.
            Pemuda itu sering diejek oleh lingkungan dengan ejekan kebodohan, misalnya fanatik, sok suci, kuper, tidak gaul atau paling tidak dicap sombong. Mereka bersikap begitu karena sadar bahwa dirinya masih lemah, rapuh dan mudah terpengaruh.
            Jika pemuda telah siap untuk berkiprah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dan siap untuk menjawab tantangan masa depan, maka harus mengambil peran sentral dalam berbagai bidang untuk kemajuan antara lain:
  1. Saatnya pemuda menempatkan diri sebagai agen sekaligus pemimpin perubahan.
  2. Pemuda harus bersatu dalam kepentingan yang sama untuk suatu kemajuan dan perubahan.
  3. Mengembalikan semangat nasionalisme dan patriotisme di kalangan generasi muda. Nasionalisme adalah kunci integritas suatu negara atau bangsa.
  4. Perlunya kesepahaman bagi pemuda atau generasi muda dalam melaksanakan agenda- agenda pembangunan. Energi pemuda yang bersatu cukup untuk mendorong terwujudnya perubahan.

0 komentar:

Posting Komentar